WELCOME TO MY BLOG

Selasa, 12 Juni 2012

DEMAM SEPEDA FIXIE


DUNIA para bikers kini sedang dihinggapi ‘virus’ fixie. Mengikuti maraknya semangat gerakan kembali ke alam, fixie pun mengajak pesepeda untuk kembali ke awal mula sepeda. Tak sedikit anak muda yang mulai teracuni dengan fixie yang bisa terlihat lebih gaul. Selain Bandung, racun fixie ini juga marak di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Diakui Ayang seorang mahasiswa, awal kesukaannya pada sepeda fixie ketika ia melakukan browsing di internet. Secara tak sengaja melihat model fixie sedang tren di kota-kota besar di dunia. Seperti di Amerika, sepeda yang dulunya sering digunakan untuk mengantar koran, majalah dan jasa pengiriman paket itu marak kembali
sejak tahun 2006. Dan mulai marak sekali pada beberapa tahun sekarang ini di berbagai negara.
“Jenis sepeda ini memang dulu digunakan untuk balap di velodrom dan tanpa rem. Malah sekarang itu, kalangan artis juga ada, seperti Tora Sudiro juga suka main fixie,” katanya.
Setelah melihat di internet, Ayang pun mulai mengajak tiga temannya, Oliv, Indra dan Riva. Saat itu sekitar pertengahan tahun 2009. Sambil meneruskan kebiasaan lamanya nongkrong setiap weekend malam di Jalan Ternate 10, Bandung keempatnya mulai meracuni teman lainnya. Hingga racun itu menyebar kepada semua anak muda yang biasa nongkrong di kawasan Jalan Ternate.
“Kalau hampir rutin nongkrong di sini ada sekitar 50-an orang mulai yang masih kuliahan hingga yang sudah kerja. Tapi kami ini kalau melakukan riding selalu bareng dengan komunitas sepeda fixie lainnya, yang kabanyakan ada di setiap kampus,” kata Ayang.
Night Ride selalu mereka lakukan setiap Jumat malam mulai pukul 23.00. Di atas jam itu kondisi jalanan lumayan sepi, sehingga lebih memberi keamanan bagi pencinta sepeda fixie. Mereka kemudian bertemu dengan komunitas fixie lainnya di SPBU Petronas, Dago, lalu semua melakukan night riding bareng. Di sela-sela kumpul-kumpulnya itu mereka pun saling bertukar informasi dan pengalaman tentang kecintaannya pada fixie, bahkan tak sedikit yang di antara mereka melahirkan jalinan relasi bisnis.
“Di Bandung ini tak hanya cowok yang suka fixie, yang cewek juga ada, malah jumlahnya ada sekitar dua puluhan anak cewek,” katanya.
Meski tidak ada susunan pengurus formal, diakui Ayang semangat mengikuti even dan kumpul bareng selalu berjalan lancar. Terbukti mereka mampu turut memeriahkan acara Bandung Blossom Balkot Festival 200 dan Pasar Seni ITB, bahkan selain rutin melakukan night ride pada Jumat malam juga sering hadir dalam even-even turnamen fixie nasional.
“Kami secara perorangan pernah ada yang dapat juara. Ciluy dari Bandung juara pada even pembukaan Toko Rock. Lalu saya dan Ciluy jadi juara I, Jakarta juara II dan Yogyakarta juara III. Dan hari Minggu sekarang kami ikut turnamen di Jakarta,” 




gambar diatas  ini adalah gambar-gambar sepeda fixie yang menjadi trend saat ini..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar