WELCOME TO MY BLOG

Minggu, 19 Februari 2012

☺alasan indonesia belum menggunkan energi nuklir☺










Mengapa sampai saat Indonesia tidak menggunakan energi nuklir misalnya menggunakan energi nuklir sebagai pembangkit listrikk (PLTN = pembangkit listrik tenaga nuklir), padahal beberapa negara seperti Amerika, Afrika Selatan, Finlandia, Perancis Korea Selatan, Jepang, China dan India, telah banyak mengembangkan energi nuklir yang dihasilkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.
Mengapa Indonesia tidak?. Ini merupakan hal yang patut dipertanyaan sebab selain tersedianya tenaga ahli yang profesional, Indonesia juga telah memiliki beberapa reaktor nuklir seperti reaktor penelitian nuklir Kartini di Yogyakarta-Jawa Tengah dan telah beroperasi sejak 1979, reaktor Triga Mark II-Pusat Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) Bandung-Jawa Barat dan diresmikan pada tahun 1965, reaktor penelitian nuklir MPR RSG-GA Siwabessy Serpong (Banten) dan telah diresmikan pada tahun 1987.
Berikut alasan mengapa Indonesia tidak menggunakan energi nuklir untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan bangsa ini.

Orang-orang Indonesia terlalu banyak mendengar tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan hanya melihat sesuatu dari sisi negatif tanpa melihat sisi positif.

Misalnya terlalu banyak mendengar bahaya yang terjadi pada manusia jika terpapar zat-zat yang bersifat radioaktif. Padahal jika diperhatikan banyak pula kejadian berbahaya yang terjadi disekitar misalnya ledakan LPG (liquified petroleum gas). Penggunaan hidrokarbon sebagai energi seperti LPG tidak kalah bahayanya dibanding penggunaan energi nuklir. Hal ini disebabkan pembakaran hidrokarbon menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti NO2, CO dan CO2 yang dapat meningkastkan panas bumi, arena sinar UV yang sampai ke permukaan bumi, dipancarkan kembali ke luar angkasa dalam bentuk infrared atau inframerah ditahan oleh gas-gas tersebut sehingga tetap terkurung di permukaan bumi. Walaupun demikian hidrokarbon tetap digunakan.
Apakah penggunaan hidrokarbon karena hanya berbahaya bagi lingkungan sedangkan pada manusia tidak?. Tentu saja tidak demikian, jika lingkungan merasakan akibatnya maka semua yang ada di lingkungan tersebut akan merasakan akibatnya.
Ataukah penggunaan energi nuklir berbahaya karena radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan muatsi atau perubahan gen pada manusia?. Jawabannya tentu iya, perlu dipertanyakan juga apakah jika terpapar energi nuklir maka akan langsung mengalami perubahan gen? Tentu saja tidak, pemaparan hanya dalam dosis tertentu dan dalam jangka waktu tertentu saja baru hal tersebut dapat terjadi. Pemaparan energi nuklir terhadap manusia ataupun makluk hidup yang lain sebenarnya tidak perlu ditakuti jika dikerjakan secara saksama. Toh,, Jepang sampai saat ini masih tetap menggunakan energi nuklir setelah terjadi ledakan nuklir yang sangat dahsyat dari PLTN Fukushima. Hal ini membuktikan bahwa manfaat yang diberi lebih banyak dari kerugian yang dihasilkan.
Energi nuklir dikatakan berbahaya karena energi nuklir pertama kali diperkenalkan pada dunia dalam bentuk bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II tahun 1945.
Jika kita memandang energi nuklir seperti mawar maka Indonesia mungkin telah lama memanfaatkan energi niklir. Mawar walaupun berduri tapi tetap dikatakan indah dan wangi, bila kita merangkai mawar tidak berhati-hati maka kita akan tertusuk durinya. Demikian juga energi nuklir, sangat bermanfaat jika dikerjakan secara efisien.
Ada satu hal yang perlu dipertanyakan juga, plastik dibanding energi nuklir mana yang lebih berbahaya?. Kalau menurut penulis, plastik lebih berbahaya. Mengapa demikian?. Plastik setelah dibung tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme sehingga penyerapan air oleh tanah menjadi berkurang. Akibatnya ketersediaan air tanah menjadi berkurang pula. Lalu bagaimna jika plastik di bakar? Jika plastik di bakar sangat berbahaya karena berdasarkan penelitian pembakaran plastik dapat menghasilkan suatu zat yang disebut dioxin.
Dioxin adalah peristilahan generik untuk sekelompok bahan yang dicurigai sebagai penyebab kanker (lebih dikenal sebagai CARCINOGENS), merupakan bahan beracun yang kuat dan berbahaya terhadap manusia dan hewan serta resisten/kebal terhadap penguraian biologi. Beberapa penyakit yang ditimbulkan dioksin yaitu Kanker, Kelainan Janin, Kemandulan, Rusaknya Kekebalan Tubuh.
Dioxin adalah sebutan umum bagi senyawa-senyawa kimia yang ditemukan di lingkungan dimana senyawa yang mudah bereaksi ini dihasilkan dari industri yang menggunakan bahan baku yang mengandung chlorine dan carbon. Jika orang berbicara tentang Dioxin, pada umumnya yang dimaksud adalah kelompok klorodibenzo-p-dioxin (CDD). Dari kelompok ini, yang dianggap paling beracun adalah 2,3,7,8-tetraklorodibenzo-p-dioxin (TCDD), termasuk turunan kimia sejenis lainnya.
clip_image003
Rumus struktur 2,3,7,8-tetraklorodibenzo-p-dioxin (TCDD)

Berdasarkan penelitian, dioxin terbentuk ketika terjadi pembakaran dari semua sampah yang mengandung klorin, pabrik dari plastik, PVC (polyvinyl chlorida), produksi dari bahan kimia seperti herbisida, pestisida, industri kertas dan pulp yang menggunakan pemutih klorin.
PVC sering digunakan dalam kemasan, juga sebagai bahan baku berbagai produk yang ada di rumah seperti sepatu, sandal, film, kulit imitasi, pipa air, bahan isolasi kabel, karpet, pelapis tekstil, kertas maupun logam, bahan tenunan dan sarung tangan. Dalam bahasa awam, setiap produk senyawa kimia organik yang mengandung klorin adalah sumber Dioxin.
Selain itu, alam juga turut menyumbang Dioxin. Pundi-pundinya berasal dari kebakaran hutan maupun aktivitas gunung berapi. Dalam tingkatan yang rendah Dioxin juga bisa ditemukan di semua lingkungan (udara, air dan tanah). Karena sifat fisik dan kimianya, Dioxin terutama dapat ditemukan di lapisan tanah, sendimen dan biota.
Tahun 1998, WHO menetapkan ambang batas aman konsumsi Dioxin, yakni 1-4 pikogram (sepertriliun gram) Dioxin per kilogram bobot badan. Seandainya manusia memiliki berat badan 60 kg, batas amannya adalah 240 pikogram Dioxin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar